Sm*sh 'Senyum Semangat'

Senin, 16 Mei 2011

Sempat merasa sedih...
Karena sering dikibuli..
Pernah jadinya malu..
Karena dicibir mulu..

Bukannya ku tak mengelak..
Kata-kata yang kasar..
Bukannya ku tak peduli..
Semua caci dan maki..





*Senyuman ku tak akan..
Pernah luntur lagi..
Singing all day long..
Semangat ku tak akan..
Pernah patah lagi..

Dancing all night long..
Dancing all night long...

Tak ada lagi pedih..
Ada kamu di hati..
Hidup cuma sekali..
Marilah kita happy..

Awalnya ku tak menganggap..
Kata tersenyum darimu..
Akhirnya ku bahagia..
Menari kita bersama..

*Senyuman ku tak akan..
Pernah luntur lagi..
Singing all day long..
(Singing all day long)..
Semangat ku tak akan..
Pernah patah lagi..

Dancing all night long..
Dancing all night long..
Dancing all night long..
Dancing all night long..
Dancing all night long..

[rap]
Tak peduli ku dibuli..
Omongan lu gue beli..
Cacian lu gue cuci..
Dengan senyuman prestasi..

Tak pernah ku malu..
Karena cibiranmu..
Ku jadikan motivasi untuk maju..
No more mellow say no to galau..
No more to say no to hear..

Let’s dance together all night long..
Let’s dance together all night long..
Let’s dance together all night long..
Let’s dance together all night long..

*Senyuman ku tak akan..
Pernah luntur lagi..
Singing all day long..
Semangat ku tak akan..
Pernah patah lagi..
Dancing all night long..

Senyuman ku tak akan..
Pernah luntur lagi..
Singing all day long..
Semangat ku tak akan..
Pernah patah lagi..
    Coz you bless me up...................
»»  Baca Selengkapnya...

Ussy feat Andhika 'Kupilih Hatimu'

Ku pilih hatimu tak ada ku ragu
Mencintamu adalah hal yang terindah
Dalam hidupku oh sayang
Kau detak jantung hatiku

Setiap nafasku hembuskan namamu
Sumpah mati hati ingin memilihmu
Dalam hidupku oh sayang
Kau segalanya untukku

*Janganlah jangan kau sakiti cinta ini
Sampai nanti disaat ragaku
Sudah tidak bernyawa lagi
Dan menutup mata ini untuk yang terakhir

Setiap nafasku (setiap nafasku)
Hembuskan namamu (hembuskan namamu)
Sumpah mati (sumpah mati)
Hati ingin memilihmu (ku milikmu)
Dalam hidupku oh sayang
Kau segalanya untukku ooh

Janganlah jangan kau sakiti cinta ini
Sampai nanti disaat ragaku
Sudah tidak bernyawa lagi
Dan menutup mata ini untuk yang terakhir

Oh tolonglah jangan kau sakiti hati ini
Sampai nanti disaat nafasku
Sudah tidak berhembus lagi
Karena sungguh cinta ini, cinta sampai mati

Janganlah jangan kau sakiti cinta ini
Sampai nanti aku tidak bernyawa lagi
Dan menutup mata ini untuk yang terakhir

Oh tolonglah jangan kau sakiti hati ini
Sampai nanti disaat nafasku
Sudah tidak berhembus lagi
Karena sungguh cinta ini cinta sampai mati
Cinta sampai mati
.

:)
»»  Baca Selengkapnya...

Lirik Lagu G2 "I Love yOu"

Rabu, 25 Agustus 2010

Ku tak mengenalnya
Ia hadir di mimpiku
Ku slalu merindukannya
Saat terbangun dari tidurku

I love you
Gunyonun onjena malheyo
Gajang arumdaun misoro
Onjena negen kumal punijiyo

Uuu.. cintaku..
Akhirnya kutemukanmu
Namun apalah dayaku
Kau tlah terbaring ditangannya

Oh ne sarang
Gudeyo duruisu itnayo
Ilonayo nego itsoyo
Malheyo nal sarang handago
I love you

Ije gunyonun kumul boiji anko
Jameso keonan sungan gunyal chajayo
Machimne guderui chajasayo
Gunyoga nuwo itneyo
Chonsa gyote

I love you
Gunyonun onjena malheyo
Gajang arumdaun misoro
Onjena negen kumal punijiyo

Uuu.. cintaku..
Akhirnya kutemukanmu
Namun apalah dayaku
Kau tlah terbaring ditangannya

Oh ne sarang
Gudeyo duruisu itnayo
Ilonayo nego itsoyo
Malheyo nal sarang handago
I love you

»»  Baca Selengkapnya...

Lucuuuu

Senin, 23 Agustus 2010

hai..?
Assalamualaikum..?
agie ngap nue..?
ganggu gagk..?
udha mndi lumb..?
sharii brpa kLee..?
pake sabun pha gagk..?
keramasz gagk..?
sikatt gigi gagk..?
N'...
.
.
.
.
sekarang...
Lagii dmnaa..?
mw kmnaa...?
Ngapaiin..?
Sma sapa..?
Cew pa cWo tuuuww..
Tmen pa pacar...
Bhoong pa jujur..?
 .
.
.
.
Uda makanD Lumb..?
Lauk paa..?
Sayurr apa..?
Knpa kUgk gagk nawarind..?
Kog tega..?
Kogk pLit gitu siih..?
Lagii ngirit yhaa..?
Kogk gagk jawabb,,?
Binguuung yhaaa...?
knpa bengooong..?
mrah yhaaa...?
.
.
.
.
knpa diem,...?
BHoszaan iyhaa..?
Kogk cenberuuttt..?
.
.
.
Idiich,,,
ngambekkk iyhaa..?
Anagk spha siich..?
Kogk iMut gitu sih..?
Kogk melototttt..?
.
.
.
.
yee...
paszthyy dh mo comentt..
Knpa gagk nulisz..nulisz..?
Lhoo....kogk narikk nafasszz..?
Knpaaa..?
bingung yha..?
Aneh iyhaa..?
.
.
.
.
hahgzztt...
kena kerjaiin dechh...
hehehehhe......................::))...:pp
.
.
i'm sorry...
»»  Baca Selengkapnya...

PETUNJUK NABI DALAM BERPUASA

Rabu, 18 Agustus 2010

Petunjuk puasa dari Nabi shallallahu ‘ala ihi wasallam adalah petunjuk yang paling sempurna, paling mengena dalam mencapai maksud, serta paling mudah penerapannya bagi segenap jiwa. Di antara petunjuk puasa dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada bulan Ramadhan adalah :
  • Memperbanyak melakukan berbagai macam ibadah. Jibril’alaihis salam senantiasa membacakan Al-Qur’anul Karim untuk beliau pada bulan Ramadhan; beliau juga memperbanyak sedekah, kebajikan, membaca Al-Qur’anul Karim, shalat, dzikir, i’tikaf dan bahkan beliau mengkhususkan beberapa macam ibadah pada bulan Ramadhan, hal yang tidak beliau lakukan pada bulan-bulan lain.
  • Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyegerakan berbuka dan menganjurkan demikian, beliau makan sahur dan mengakhirkannya, serta menganjurkan dan memberi semangat orang lain untuk melakukan hal yang sama. Beliau menghimbau agar berbuka dengan kurma, jika tidak mendapatkannya maka dengan air.
  • Nabi’shallallahu ‘alaihi wasallam melarang orang yang berpuasa dari ucapan keji dan caci-maki. Sebaliknya beliau memerintahkan agar ia mengatakan kepada orang yang mencacinya, “Sesungguhnya aku sedang puasa.”
  • Jika beliau melakukan perjalanan di bulan Ramadhan, terkadang beliau meneruskan puasanya dan terkadang pula berbuka. Dan membiarkan para sahabatnya memilih antara berbuka atau puasa ketika dalam perjalanan. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mendapatkan fajar dalam keadaan junub sehabis menggauli isterinya maka beliau segera mandi setelah terbit fajar dan tetap berpuasa.
  • Termasuk petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah membebaskan dari qadha’ puasa bagi orang yang makan atau minum karena lupa, dan bahwasanya Allahlah yang memberinya makan dan minum.
  • Dan dalam riwayat shahih disebutkan bahwa beliau bersiwak dalam keadaan puasa. Imam Ahmad meriwayatkan bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menuangkan air di atas kepalanya dalam keadaan puasa. Beliau juga melakukan istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung) serta berkumur dalam keadaan puasa. Tetapi beliau melarang orang berpuasa melakukan istinsyaq secara berlebihan. (Lihat kitab Zaadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibaad, I/320-338 )
PUASA YANG DISYARI’ATKAN
  • Puasa yang disyari’atkan adalah puasanya anggota badan dari dosa-dosa, dan puasanya perut dari makan dan mimum. Sebagaimana makan dan minum membatalkan dan merusak puasa, demikian pula halnya dengan dosa-dosa, ia memangkas pahala puasa dan merusak buahnya, sehingga memposisikannya pada kedudukan orang yang tidak berpuasa.
  • Karena itu, orang yang benar-benar berpuasa adalah orang yang puasa segenap anggota badannya dari melakukan dosa-dosa; lisannya berpuasa dari dusta, kekejian dan mengada-ada; perutnya berpuasa dari makan dan minum; kemaluannya berpuasa dari bersenggama.
  • Bila berbicara, ia tidak berbicara dengan sesuatu yang menodai puasanya, bila melakukan suatu pekerjaan ia tidak melakukan sesuatu yang merusak puasanya. Ucapan yang keluar darinya selalu bermanfaat dan baik, demikian pula dengan amal perbuatannya. Ia laksana wangi minyak kesturi, yang tercium oleh orang yang bergaul dengan pembawa minyak tersebut. Itulah metafor (perumpamaan) bergaul dengan orang yang berpuasa, ia akan mengambil manfaat dari bergaul dengannya, aman dari kepalsuan, dusta, kejahatan dan kezhaliman.
  • Dalam hadits riwayat Imam Ahmad disebutkan : “Dan sesungguhnya ban (mulut) orang puasa itu lebih harum di sisi AIlah daripada aroma minyak kesturi. “(HR. At-Tirmidzi dan ia berkata, hadits hasan shahih gharib).
  • Inilah puasa yang disyari’atkan. Tidak sekedar nahan diri dari makan dan minum. Dalam sebuah menahan diri dari makan dan minum”. Dalam hadits shahih disebutkan : “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta serta kedunguan maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum .(HR. Al-Bukhari, Ahmad dan lainnya)
  • Dalam hadits lain dikatakan : Betapa banyak orang puasa, bagian dari puasanya (hanya) lapar dan dahaga. ” (HR. Ahmad, hadits hasan shahih) (Dan ia menshahihkan hadits ini.)

»»  Baca Selengkapnya...

BERPUASA TAPI MENINGGALKAN SHALAT

  • Barangsiapa berpuasa tapi meninggalkan shalat, berarti ia meninggalkan rukun terpenting dari rukun-rukun Islam setelah tauhid. Puasanya sama sekali tidak bermanfaat baginya, selama ia meninggalkan shalat. Sebab shalat adalah tiang agama, di atasnyalah agama tegak. Dan orang yang meninggalkan shalat hukumnya adalah kafir. Orang kafir tidak diterima amalnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir. ” (HR. Ahmad dan Para penulis kitab Sunan dari hadits Buraidah radhiallahu ‘anhu) At-Tirmidzi berkata : Hadits hasan shahih, Al-Hakim dan Adz-Dzahabi menshahihkannya.
    Jabir radhiallahu ‘anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
  • (Batas) antara seseorang dengan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
  • Tentang keputusan-Nya terhadap orang-orang kafir, Allah berfirman :”Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. “(Al-Furqaan: 23).
  • Maksudnya, berbagai amal kebajikan yang mereka lakukan dengan tidak karena Allah, niscaya Kami hapus pahalanya, bahkan Kami menjadikannya sebagai debu yang beterbangan.
  • Demikian pula halnya dengan meninggalkan shalat berjamaah atau mengakhirkan shalat dari waktunya. Perbuatan tersebut merupakan maksiat dan dikenai ancaman yang keras. Allah Ta’ala berfirman: “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. ” (Al-Maa’un: 4-5). Maksudnya, mereka lalai dari shalat sehingga waktunya berlalu. Kalau Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengizinkan shalat di rumah kepada orang buta yang tidak mendapatkan orang yang menuntunnya ke masjid, bagaimana pula halnya dengan orang yang pandangannya tajam dan sehat yang tidak memiliki udzur.?
  • Berpuasa tetapi dengan meninggalkan shalat atau tidak berjamaah merupakan pertanda yang jelas bahwa ia tidak berpuasa karena mentaati perintah Tuhannya.Jika tidak demikian, kenapa ia meninggalkan kewajiban yang utama (shalat)? Padahal kewajiban-kewajiban itu merupakan satu rangkaian utuh yang tidak terpisah-pisah, bagian yang satu menguatkan bagian yang lain.
»»  Baca Selengkapnya...

Hikmah Ayat Tentang Puasa

Hikmah dan Pelajaran dari Ayat Quran tentang puasa
  • Umat Islam wajib melakukan puasa Ramadhan.
  • Kewajiban bertaqwa kepada Allah dengan melakukan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.
  • Boleh berbuka di bulan Ramadhan bagi orang sakit dan musafir. Keduanya wajib mengganti puasa sebanyak bilangan hari mereka berbuka, pada hari-hari lain. Firman Allah Ta ‘ala : “Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-haui lain, “adalah dalil wajibnya mengqadha’ bagi orang yang berbuka pada bulan Ramadhan karena udzur, baik sebulan penuh atau kurang, juga merupakan dalil dibolehkannya mengganti hari-hari yang panjang dan panas dengan hari-hari yang pendek dan dingin atau sebaliknya. Tidak diwajibkan berturut-turut dalam mengqadha’ puasa Ramadhan, karena Allah Ta ‘ala berfirman :”Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari lain, ” tanpa mensyaratkan puasa secara berturut-turut. Maka, dibolehkan berpuasa secara berturut-turut atau secara terpisah- pisah. Dan yang demikian itu lebih memudahkan manusia.
  • Orang yang tidak kuat puasa karena tua atau sakit yang tidak ada harapan sembuh, wajib baginya membayar fidyah; untuk setiap harinya memberi makan satu orang miskin. Firman Allah Ta ‘ala :”Dan berpuasa lebih baik bagimu” menunjukkan bahwa melakukan puasa bagi orang yang boleh berbuka adalah lebih utama, selama tidak memberatkan dirinya.
  • Di antara keutamaan Ramadhan adalah, Allah mengistimewakannya dengan menurunkan Al-Qur’an pada bulan tersebut, sebagai petunjuk bagi segenap hamba dan untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya.
  • Bahwa kesulitan menyebabkan datangnya kemudahan. Karena itu Allah membolehkan berbuka bagi orang sakit dan musafir.
  • Kemudahan dan kelapangan Islam, yang mana ia tidak membebani seseorang di luar kemampuannya.
  • Disyari’atkan mengumandangkan takbir pada malam ‘Idul Fitri. Firman Allah Ta ‘ala : “Dan hendaklah kama mengagungkan Allah (mengumandangkan takbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. “
  • Wajib bersyukur kepada Allah atas berbagai karunia dan taufik-Nya, sehingga bisa menjalankan puasa, shalat dan membaca Al-Qur’anul Karim, dan hal itu dengan mentaati-Nya dan meninggalkan maksiat terhadap-Nya.
  • Anjuran berdo’a, karena Allah memerintahkannya dan menjamin akan mengabulkannya.
  • Kedekatan Allah dari orang yang berdo’a pada-Nya berupa dikabulkannya do’a, dan dari orang yang menyembah-Nya berupa pemberian pahala.
  • Wajib memenuhi seruan Allah dengan beriman kepada-Nya dan tunduk mentaati-Nya. Dan yang demikian itu adalah syarat dikabulkannya do’a.
  • Boleh makan dan minum serta melakukan hubungan suami isteri pada malam-malan bulan Ramadhan, sampai terbit fajar, dan haram melakukannya pada siang hari. Waktu puasa adalah dari terbitnya fajar yang kedua, hingga terbenamnya matahari.
  • Disyari’atkan i’tikaf di masjid-masjid. Yakni diam di masjid untuk melakukan ketaatan kepada Allah dan totalitas ibadah di dalamnya. Ia tidak sah, kecuali dilakukan di dalam masjid yang di situ diselenggarakan shalat lima waktu.
  • Diharamkan bagi orang yang beri’tikaf mencumbu isterinya. Bersenggama merupakan salah satu yang membatalkan i’tikaf.
  • Wajib konsisten dengan mentaati perintah-perintah Allah dan larangan-larangan-Nya. Allah Ta’ala berfirman :”ltulah larangan-larangan Allah maka kamujangan mendekatinya.”
  • Hikmah dari penjelasan ini adalah terealisasinya taqwa setelah mengetahui dari apa ia harus bertaqwa (menjaga diri).
  • Orang yang makan dalam keadaan ragu-ragu tentang telah terbitnya fajar atau belum adalah sah puasanya, karena pada asalnya waktu malam masih berlangsung.
  • Disunnahkan makan sahur, sebagaimana disunnahkan mengakhirkan waktunya.
  • Boleh mengakhirkan mandi jinabat hingga terbitnya fajar.
  • Puasa adalah madrasah rohaniyah, untuk melatih dan membiasakan jiwa berlaku sabar.
(Lihat kitab Al Ikliil Istinbaathit Tanziil, oleh As-Suyuthi, hlm. 24-28; dan Taisirul Lathifill Mannaan, oleh Ibn Sa’di, hlm. 56-58.)

»»  Baca Selengkapnya...